Om Swastiastu - "Semoga (kita) berada dalam keadaan baik atas lindungan Hyang Widhi" - "May (We) always be 'SWASTI'- secured by the grace of Lord (OM)"
log.jpg
  Sunday, 05 September 2010

AUM ( OM )

  • JoomlaWorks AJAX Header Rotator
  • JoomlaWorks AJAX Header Rotator
  • JoomlaWorks AJAX Header Rotator
  • JoomlaWorks AJAX Header Rotator

Pura Riau

  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator

Mail Login

Username
Password


Home
Welcome

Om Swastiastu
( May we always be secured by the grace of Lord ( OM )

Dear Surfers,

Welcome to Hindu - Riau Website and you are welcome to surf into our web; May this web will give you some enlightment or at least an information about Hinduism, enjoy your day................ God Bless You.

Yes, you are kindly invited to give any comments and inputs for the improvement of this website, please forward all the details of your comments and inputs through our "Guest Book" and your contribution is highly appreciated.

 

Om Shanti Shanti Shanti Om
( May PEACE PEACE PEACE prevail by the grace of Lord ( OM )

Thank you,


Author - Nyoman Wija

Read more....

Jul
01
2009
HARTA KARUN

HARTA KARUN

 

Mengenai usaha manusia untuk mencapai tujuan hidup tertinggi,

Caitanya Mahaprabhu menceriterakan kisah dari ulasan Madhva atas

Srimad-Bhagavatam, Skanda Lima (Madhva-bhasya, 5.5.10-13).

 

Ceritera ini mengenai petunjuk-petunjuk seorang ahli perbintangan bernama Sarvajna kepada orang miskin yang telah datang kepada beliau untuk minta ramalan nasibnya. Ketika Sarvajna melihat perbintangan orang tadi, beliau heran bahwa orang itu begitu miskin, dan beliau memberitahunya dan bertanya :

 

"Mengapa engkau begitu sedih?

Dari ramalan perbintanganmu, saya dapat melihat bahwa engkau memiliki harta karun yang diwariskan kepadamu oleh almarhum ayahmu. Akan tetapi, ramalan menunjukkan bahwa ayahmu tidak sempat menyampaikan keterangan tentang harta karun ini kepadamu karena beliau meninggal dunia di negara asing. Tetapi sekarang engkau dapat mencari harta karun ini dan berbahagia."

 

Ceritera ini dikutip karena makhluk hidup sedang menderita akibat kebodohannya mengenai harta karun Ayahnya Yang Paling Utama, Krsna. Harta karun itu adalah cinta-bhakti kepada Tuhan Yang Maha-Esa. Setiap sastra Veda menasihati roh terikat agar mencari harta karun tersebut. Dalam Bhagavad-gita dinyatakan bahwa roh terikat putra kepribadian yang Mahakaya — Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa—namun ia belum menginsafi hal itu. Karena itu, sastra Veda diberikan kepada makhluk hidup untuk membantunya mencari ayahnya serta harta karun milik ayahnya.

            

Ahli perbintangan bernama Sarvajna selanjutnya menasihati orang miskin tadi sebagai berikut: "Jangan menggali di sebelah selatan rumahmu untuk mencari harta karun itu, sebab kalau engkau menggali di sana, engkau akan diserang oleh sengat berbisa dan akan kebingungan. Usaha menggali harus dilakukan di sebelah timur, tempat cahaya nyata. Arah timur di sini diumpamakan sebagai pengabdian suci atau kesadaran Krsna. Di sebelah selatan, ada ritual-ritual Veda, dan di sebelah barat ada angan-angan pikiran, sedangkan di sebelah utara ada yoga meditasi."

            

Nasihat Sarvajna harus diperhatikan dengan seksama oleh semua orang. Kalau seseorang mencari tujuan hidup tertinggi melalui proses ritual, maka ia pasti akan kebingungan. Proses tersebut menyangkut pelaksanaan ritual-ritual di bawah bimbingan seorang pendeta yang menerima uang sebagai imbalan jasanya. Mungkin orang berpikir dirinya akan bahagia dengan melakukan ritual-ritual tersebut. Kalaupun ia mendapat hasil dari ritual-ritual itu, hasil itu hanya sementara saja. Penderitaan material orang yang bersangkutan akan berjalan terus. Jadi, ia tidak akan pernah sungguh-sungguh bahagia dengan mengikuti proses ritual, melainkan penderitaan materialnya akan semakin meningkat. Hal yang sama dapat dikatakan mengenai penggalian di sebelah utara, atau mencari harta karun melalui proses yoga meditasi. Melalui proses ini, orang bercita-cita bersatu dengan Tuhan Yang Maha Esa. Tetapi menunggal dengan Yang Mahakuasa seperti itu ibarat ditelan oleh ular raksasa. Kadang-kadang ular raksana menelan ular kecil.

 

Menunggal dalam eksistensi rohani Yang Mahakuasa diumpamakan sebagai ular kecil ditelan ular besar. Pada waktu si ular kecil sedang mencari kesempurnaan, ia ditelan. Tentunya tidak ada jalan keluar dari keadaan ini. Di sebelah barat, juga ada rintangan dalam bentuk yaksa atau roh jahat yang melindungi harta karun tersebut. Yang dimaksud adalah bahwa harta karun tidak pernah dapat ditemukan oleh orang yang minta bantuan yaksa untuk mencarinya. Orang yang minta bantuan yaksa malah akan dibunuh oleh roh jahat itu. Pikiran yang suka berangan-angan diumpamakan sebagai yaksa. Dalam hal ini, proses keinsafan diri melalui angan-angan, atau proses jnana, juga seperti bunuh diri.

            

Kesimpulannya satu-satunya kemungkinan adalah mencari harta karun di sebelah timur melalui proses pengabdian dalam kesadaran Krsna yang sempurna. Proses pengabdian suci itu adalah harta karun yang kekal. Begitu seseorang mendapat harta karun pengabdian suci, ia menjadi kaya selamanya. Orang yang miskin dalam pengabdian suci selalu kekurangan harta material. Kadang-kadang ia menderita karena digigit makhluk berbisa, kadang-kadang ia kebingungan, kadang-kadang ia mengikuti filsafat monisme sehingga kehilangan identitasnya, dan kadang-kadang ia ditelan oleh ular raksasa. Hanya dengan meninggalkan segala usaha lain tersebut dan menjadi mantap dalam kesadaran Krsna, pengabdian suci kepada Tuhan, kita sungguh-sungguh dapat mencapai kesempurnaan hidup.

 

 
Jun
26
2009
Arti Kebahagiaan ada di hati kecil kita

Agus Sakti Yunan wrote

 

Sebenarnya Arti Kebahagiaan ada di hati kecil kita.
Niat untuk dapat menerima hak kita tanpa meminta lebih.
Jangan Ingat TUHAN hanya dikala kita SEDIH atau hanya dikala kita SENANG.
Segala sesuatu pasti ada hikmahnya.
Ini saya kirimkan kumpulan cerita yang saya simpan semoga dapat membuka mata kita, bagaiamana menerima sebuah kegagalan ataupun hal yang tidak menyenangkan di hati kita.

TELAGA HATI (renungan bagus)
Suatu hari seorang tua bijak didatangi seorang pemuda yang sedang dirundung masalah. Tanpa membuang waktu pemuda itu langsung menceritakan semua masalahnya.
Pak tua bijak hanya mendengarkan dgn seksama, lalu Ia mengambil segenggam serbuk pahit dan meminta anak muda itu untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya serbuk pahit itu ke dalam gelas, lalu diaduknya perlahan;
"Coba minum ini dan katakan bagaimana rasanya ", ujar pak tua."Pahit, pahit sekali ", jawab pemuda itu sambil meludah ke samping
Pak tua itu tersenyum, lalu mengajak tamunya ini untuk berjalan ke tepi telaga belakang rumahnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan dan akhirnya sampai ke tepi telaga yg tenang itu. Sesampai disana, Pak tua itu kembali menaburkan serbuk pahit ke telaga itu, dan dengan sepotong kayu ia mengaduknya.
"Coba ambil air dari telaga ini dan minumlah." Saat si pemuda mereguk air itu, Pak tua kembali bertanya lagi kepadanya,
"Bagaimana rasanya ?"
"Segar", sahut si pemuda.
"Apakah kamu merasakan pahit di dalam air itu ?" tanya pak tua
"Tidak, " sahut pemuda itu
Pak tua tertawa terbahak-bahak sambil berkata:
"Anak muda, dengarkan baik-baik. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam serbuk pahit ini, tak lebih tak kurang. Jumlah dan rasa pahitnyapun sama dan memang akan tetap sama. Tetapi kepahitan yg kita rasakan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkannya. Jadi saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu yg kamu dapat lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya itu, luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu".
Pak tua itu lalu kembali menasehatkan:
"Hatimu adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi jangan jadikan hatimu seperti gelas, buatlah laksana telaga yg mampu menampung setiap kepahitan itu, dan merubahnya menjadi kesegaran dan kedamaian. Karena Hidup adalah sebuah pilihan, mampukah kita jalani kehidupan dengan baik sampai ajal kita menjelang? Belajar bersabar menerima kenyataan adalah yang terbaik"

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 Next > End >>

Results 13 - 18 of 33

Dewa Hindu (Gods)

Login Form






Lost Password?
No account yet? Register

Who's Online

We have 8 guests online

Total Hits

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
© 2010 Hindu Riau
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.