Sugihan Jawa dan Bali Hari ini, Jumat, Kliwon, Sungsang, 9 Oktober, disebut Sugihan Bali. Sedangkan Kamis (8/10), disebut Sugihan Jawa. Banyak umat Hindu masih bingung, merayakan Sugihan Jawa atau Sugihan Bali. Mereka mengira, kata Jawa dan Bali adalah nama tempat. Pada hal tidak. Kata Jawa di sini berarti "jaba" yang artinya di luar. Dengan demikian, makna upacara Sugihan Jawa adalah penyucian makrokosmos atau buana agung atau alam semesta sebagai tempat kehidupan. Pembersihan ini secara sekala dilakukan dengan membersihkan palinggih atau tempat-tempat suci yang digunakan sebagai tempat pemujaan. Diyakini pada saat Sugihan Jawa ini, para dewa akan turun diiringi dengan para luluhur untuk menerima persembahan. Kemudian pada hari Sugihan Bali, umat Hindu menghaturkan sesaji yang pada intinya melakukan penyucian buana alit atau diri sendiri (mikrokosmos) sehingga bersih dari perbuatan-perbuatan yang tercela. Dengan adanya kesucian lahir dan batin itu, umat lebih bisa memaknai Hari Suci Galungan, sebagai kemenangan dharma. Pada hari ini sebaiknya umat melakukan tirta gocara atau tirta yatra yakni dengan pergi ke samudera -- sumber mata air atau bisa di merajan. Dalam praktik yoga umat Hindu pada hari ini melakukan yoga semadi yang ditujukan untuk mulat sarira. Untuk menyambut hari raya Galungan, umat seharusnya memiliki kesucian batin dengan menahan diri dari segala macam godaan indriya. Dengan demikian, Sugihan Jawa dan Sugihan Bali jika dilihat dari konsepnya menyiapkan umat Hindu menghadapi berbagai gempuran dan godaan duniawai yang datang menjelang hari raya Galungan. Pada kedua sugihan ini, kekuatan rwa bhinneda diupayakan berada pada titik keseimbangan untuk menuju pada ketenangan dan kedamaian. | |
| Om swastiastu. OM ANUGRAHA MANUHARAM, DEWADATTA NUGRAHAKAM, ARCANAM SARWA PUJANAM, NAMAH SARWA NUGRAHAKAM. (Semoga kita dijadikan sebagai orang-orang yang bijaksana (manuhara), senantiasa diberikan kekuatan wahyu dewata (dewadatta), dengan sepenuh hati kita memuja-NYA, semoga segala kemuliaan dianugerahkan kepada kita semua). SVADHARMAM API CAVEKSYA NA VIKAMPITUM ARHASI, DHARMYAD DHI YUDDHAC CHREYO'NYAT KSATRIYASYA NA VIDYATE (BG.II.31) ... Berjuang menegakkan dharma dengan menyadari akan kewajiban masing-masing, engkau tak boleh gentar; bagi ksatriya tak ada kebahagiaan yang lebih besar dari pada berjuang menegakkan dharma. SELAMAT HARI RAYA GALUNGAN DAN KUNINGAN. OM shanti shanti shanti OM. | |
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 Next > End >>
|
| Results 1 - 6 of 32 |